Pengertian Malpraktek

Yang dimaksud malpraktek adalah pelaksanaan atau tindakan yang salah. Meski demikian, malpraktek merupakan istilah yang sangat umum sifatnya dan tidak selalu berkonotasi yuridis. Secara harfiah “mal” mempunyai arti “salah” sedangkan “praktek” mempunyai arti “pelaksanaan” atau “tindakan”, sehingga malpraktek berarti “pelaksanaan atau tindakan yang salah”. Meskipun arti harfiahnya demikian tetapi kebanyakan istilah tersebut dipergunakan untuk menyatakan adanya tindakan yang salah dalam rangka pelaksanaan suatu profesi.

Arti malpraktik secara medik adalah kelalaian seorang dokter untuk mempergunakan tingkat keterampilan dan ilmu pengetahuan berdasarkan ukuran yang lazim dokter lain mengobati pasien pada standar lingkungan yang sama. Kelalaian diartikan pula sebagai tindakan kedokteran yang dilakukan tidak sesuai dengan standar medik.

Sedangkan difinisi malpraktek profesi kesehatan adalah “kelalaian dari seseorang dokter atau tenaga keperawatan (perawat dan bidan) untuk mempergunakan tingkat kepandaian dan ilmu pengetahuan dalam mengobati dan merawat pasien, yang lazim dipergunakan terhadap pasien atau orang yang terluka menurut ukuran dilingkungan yang sama” (Valentin v. La Society de Bienfaisance Mutuelle de Los Angelos, California, 1956).
Pengertian Malpraktek

Beberapa pendapat ahli tentang pengertian malpraktik:


  • Valentin V. La Society de Bienfaisance Mutuelle de Los Angeles California, malpraktik adalah kelalaian seorang dokter atau perawat untuk menggunakan tingkat kepandaian dan ilmu pengetahuan dalam mengobati atau merawat pasien yang lazim digunakan terhadap pasien atau orang yang terluka menurut standar lingkungan yang sama.
  • Stedman‟s Medical Dictionary, malpraktik adalah kesalahan dalam perawatan penyakit atau cedera karena pengabaian, kecerobohan atau niat kejahatan.
  • Coughlin‟s Dictionary of Law, malpraktik adalah kesalahan etika profesional dari orang yang profesional, seperti dokter, insinyur, pengacara, akuntan, dan lain sebagainya.
  • Menurut John D Blum sebagaimana dikutip Hermien Hadiati Koeswadji, menyatakan bahwa medical malpractice a form of professional negligence in which measrable injury occurs to a plaintiff patient as the diret result of an act or ommission by the defendant practitioner, (Malpraktik medik merupakan bentuk kelalaian profesi dalam bentuk luka atau cacat yang dapat diukur yang terjadinya pada pasien yang mengajukan gugatan sebagai akibat langsung dari tindakan dokter).
  • Ninik Maryani mengemukakan bahwa malpraktik adalah kesalahan yang terjadi dalam tindakan medis, kesalahan dilakukan tidak dengan sengaja, melainkan adanya unsur lalai, yang seharusnya tidak layak dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan, akibat dari tindakan itu pasien menjadi cacat atau mati.
  • Soerjono Soekamto mengemukakan istilah medical malpractice yaitu kurangnya kemampuan untuk melaksanakan kewajiban profesional atau yang berdasarkan kepercayaan.
  • Menurut Ari Yunanto.Cs, mengemukakan istilah malpraktik dengan malapraktik yang diartikan dengan praktik kedokteran yang salah, tidak tepat,menyalahi undang-undang atau kode etik. Istilah ini umumnya digunakan terhadap sikap tindak dari para dokter, pengacara, dan akuntan.
  • Henry Campell black mendefinisikan malpraktik sebagai berikut Malpractice is professional person such a physician, dentist, vetenarian, malpractice may be the result of skill or fidelity in the performance of professional duties, intentionally wrong doing or illegal or unethical practice (malpraktik adalah kesalahan dalam menjalankan profesi sebagai dokter, dokter gigi, dokter hewan. Malpraktik adalah akibat dari sikap tidak peduli, kelalaian atau kurang keterampilan, kurang hati-hati dalam melaksanakan tugas profesi, berupa pelanggaran yang disengaja, pelanggaran hukum atau pelanggaran etika).

Sekilas tentang Malpraktek Dalam Pandangan Hukum


Salah satu hal yang paling penting diketahui bahwa malpraktik berbeda dengan resiko medis. Dalam kasus berkaitan dengan resiko medis, dokter mendapat perlindungan hukum yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 23 ayat (1) yang menyatakan bahwa:”tenaga kesehatan berhak mendapatkan imbalan dan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya”.

Perbedaan antara malpraktik medik dan resiko medis terletak pada adanya unsur kelalaian. Adanya kelalaian ini harus dibuktikan dengan akibat kematian atau kecacatan pasien, apabila dokter dalam melakukan tindakan kedokteran tidak sesuai dengan standar profesi, maka dokter dapat dikatakan sebagai tindakan melpraktik medik. Namun apabila kematian atau kecacatan pasien sebagai akibat tindakan dokter yang sesuai dengan standar profesi, maka dapat dikatakan sebagai resiko medis.

Secara definitif pengertian malpraktik tidak ditemui dalam peraturan perundang-undangan, baik dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran maupun dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Dengan demikian, menurut J. Guwandi malpraktik medik dapat dibagi menjadi (2) dua golongan, yaitu:
  • Dengan sengaja (dolus, vorsatz, willens en wetens handelen, intentional) yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan, seperti melakukan aborsi secara ilegal, melakukan euthanasia dan lain sebagainya.
  • Tidak dengan sengaja (negligence, culpa) atau karena kelalaian.

Berlakunya norma etika dan norma hukum dalam profesi bidan. Di dalam setiap profesi termasuk profesi tenaga bidan berlaku norma etika dan norma hukum. Oleh sebab itu apabila timbul dugaan adanya kesalahan praktek sudah seharusnyalah diukur atau dilihat dari sudut pandang kedua norma tersebut.

Kesalahan dari sudut pandang etika disebut ethical malpractice dan dari sudut pandang hukum disebut yuridical malpractice. Hal ini perlu difahami mengingat dalam profesi tenaga medis berlaku norma etika dan norma hukum, sehingga apabila ada kesalahan praktek perlu dilihat domain apa yang dilanggar. Karena antara etika dan hukum ada perbedaan-perbedaan yang mendasar menyangkut substansi, otoritas, tujuan dan sangsi, maka ukuran normatif yang dipakai untuk menentukan adanya ethica malpractice atau yuridical malpractice dengan sendirinya juga berbeda.

Yang jelas tidak setiap ethical malpractice merupakan yuridical malpractice akan tetapi semua bentuk yuridical malpractice pasti merupakan ethical malpractice (Lord Chief Justice, 1893). Untuk menghindari adanya mapraktek, sekiranya para tenaga kesehatan memegang sebuah motto hidup dan etika tenaga medis.
Labels: Hukum Kesehatan
0 Komentar untuk "Pengertian Malpraktek"

Back To Top